Statement from the Persaudaraan Pekerja Anarko-Sindikalis (PPAS-IWA): In Solidarity with Andrie Yunus
And those subjected to violence for resisting state arbitrariness
And those subjected to violence for resisting state arbitrariness
Dan orang-orang yang mendapat kekerasan karena perlawanannya terhadap kesewenang-wenangan Negara.
The Board of Peace did not emerge from a vacuum. It was born out of a crisis of legitimacy within the U.S. led global order. Following a series of unilateral moves by Washington including aggression toward Venezuela and open tensions with the mechanisms of the United Nations, the idea
Board of Peace tidak lahir dari ruang hampa. Ia muncul dari krisis legitimasi tatanan global yang dipimpin Amerika Serikat. Setelah berbagai langkah unilateral Washington termasuk agresi terhadap Venezuela dan ketegangan terbuka dengan mekanisme Perserikatan Bangsa Bangsa muncul gagasan untuk membentuk struktur “alternatif” yang diklaim lebih efektif dari PBB. Di era
DarkIndonesia
September 5, 2025 This solidarity statement we dedicate to those murdered by the State: Affan Kurniawan, Andika Lutfi Falah, Iko Juliant Junior, Muhammad Akbar Basri, Rheza Sendy Pratama, Rusdamdiansyah, Saiful Akbar, Sarina Wati, Septinus Sesa, and Sumari. Eternal as names, never reduced to mere numbers. The illusion of people’s
05 September 2025 Pernyataan solidaritas ini kami dedikasikan kepada mereka yang mati dibunuh Negara: Affan Kurniawan, Andika Lutfi Falah, Iko Juliant Junior, Muhammad Akbar Basri, Rheza Sendy Pratama, Rusdamdiansyah, Saiful Akbar, Sarina Wati, Septinus Sesa, dan Sumari. Abadi sebagai nama, bukan sebagai angka. Ilusi keterwakilan rakyat lewat parlemen telah terbukti